Caroline Azkya adalah anak dari seorang Walikota, ia
berumur 13 tahun,kelas 2 smp,dia bersekolah di sekolah ternama di kota
tersebut,dimana muridnya kebanyakan anak para pejabat,namun, ia ingin sekali
pindah dari sekolah tersebut,yang dimana orang tidak mengetahui identitasnya
itu, tanpa pikir panjang,dia pun memutuskan untuk pindah sekolah.ia ingin pindah
karena ia ingin orang-orang berteman dengannya bukan karena kelebihannya atau
keistimewaannya dari anak-anak lain.dan di sekolah baru ini ia ingin merahasiakan
identitasnya itu.
suatu hari,ia mengajak supirnya untuk
mengantarnya ke sekolah yang ia inginkan.dan dalam perjalanan,ia hanya
mendengar lagu 2ne1 “ iam the best ” yang terus diulanginya,karena,menurutnya
lagu itulah yang dapat menenangkan rasa deg-degannya itu.lama-lama ia tertidur
dalam mobil,ditengah tidurnya ia merasa seperti terjadi sesuatu,dan akhirnya ia
bangun dan keluar dari mobil.ia melihat supirnya yang sedang melihat mesin-mesin mobil,“ kenapa pak?”tanya
carol pada supirnya.“ anu,mesinnya mati non ”kata supirnya itu,kemudian supir
pun mau ke bagasi mobil hendak mengambil sesuatu.dan carol pun mencegatnya “
mau kemana pak? ” tanya carol pada supir, “mau ke belakang ambil barang-barang
mekanik non”kata supir “biar saya aja pak”dengan gesitnya carol pergi ke
belakang,kemudian memberikannya kepada supir tersebut.
Tidak berapa lama,akhirnya mobil
bisa dihidupkan lagi.dan mereka pun melanjutkan perjalanannya.sesampainya disekolah,rasa
deg-degannya itu semakin kencang.dan ternyata sekolah itu sudah sepi,karena
semua murid telah masuk kedalam kelasnya masing-masing.dan carol pun langsung menuju kantor guru bersama supirnya untuk
mengurus semua administrasi,setelah semua urusan selesai, kemudian ia dituntun
oleh seorang guru menuju kelasnya.sesampainya didalam kelas,guru tersebut
memberi tahu pada semua murid bahwasanya hari ini mereka mendapat teman
baru,kemudian carol dipersilahkan duduk.
.ia pun berjalan menuju
meja kosong yang ada dibelakang. “ ok,,carol nama miss adalah elizabeth,panggil
saya miss eli,,,paham? ”tanya miss eli pada carol.“ paham miss”jawab carol. setelah
beberapa jam belajar di sekolah,akhirnya mereka pun pulang,sesampainya dirumah
ia langsung tidur karena lelah.
Keesokan harinya ia
pergi sekolah memakai seragam yang diberi sekolah itu,dan kali ini,ia pergi
sekolah dengan penuh semangat,karena ia akan memulai aktifitas baru dan
merahasiakan identitasnya itu.sesampainya disekolah ia menyapa semua orang yang
ada di sekolah itu dengan ramah. Dan di dalam kelas ia meletakkan tasnya di
meja paling depan. Karena belum ada yang menempati meja itu, lalu ia keluar ingin
melihat-lihat sekolah itu. ketika di depan pintu, datanglah seorang gadis
berambut hitam, lurus, dan panjang, dengan tahi lalat di atas bibirnya yang
membuat gadis itu terlihat manis. Dan ia menyapa carol dengan sinis, “ Cepat
sekali kamu datang ?” kata anak itu
dengan sinis. “ Iya, aku hanya takut terlambat, karena rumahku cukup jauh.”
Kata carol dengan ramah dan tersenyum lalu mengulurkan tangannya, “ Namaku
Carol, nama kamu siapa?” tanya carol, “ Hmm, namaku Jessica”, jelas anak itu, “
Oh semoga kita dapat bersahabat.” Ucap carol dengan ramah. “ Hmm, semoga” ucap
jessica dengan wajah kesel,karena jessica tidak suka dengan carol.
Akhirnya mulailah proses
belajar mengajar, beberapa guru telah masuk dan carol pun mengikuti pelajaran
yang di berikan guru-guru itu dengan semangat, lalu tibalah saatnya pulang, dan
sesampainya di rumah ia duduk di depan tv karena Papa dan Mamanya telah
menunggunya di sana, “ Bagaimana harimu sayang ?” tanya Mama pada carol, “
Yahh, menyenangkan, dengan teman-teman yang asyik dan guru yang cara
mengajarnya enak” kata carol dengan semangat, “ Waahh, berarti kamu di terima
dong di sana?” tanya Papa, “Yahh...... oh ya.. bagaimana dengan papa sendiri?”
tanya carol kepada Papanya, “ Yahh, seperti biasa sayang, sama sepertimu”, kata
Papa, “ Menyenangkan sekali ya pa dapat di terima dengan teman-teman kita”,
kata carol, “ Yahh, sangat menyenangkan, oh ya apakah temenmu sudah tahu bahwa
kamu adalah anak seorang Walikota?” tanya Papa pada carol, “ Tidak pa?
Kenapa?”, tanya carol kembali, “ Begini sayang.. sebaiknya kamu memberitahunya,
karena jika kamu menyembunyikan hal ini dan suatu saat orang-orang pada tahu?
Bayangkan betapa sakitnya hati mereka setelah mengetahui kamu membohongi mereka !” jelas
papa, “ Apakah ini sama saja membohongi
pa?” tanya carol kembali, “ Iya sayang...”, “ Hmm, oke pa aku akan berusaha
tidak menyembunyikannya dan aku akan katakan pada mereka, tetapi jika mereka
bertanya”, kata carol, “ Terserah bagaimana caramu sayang, asalkan mereka tidak
sakit hati, dan jangan sombong apalagi memanfaatkan mereka, seperti kamu
menyuruh mereka seperti budakmu” jelas
Papa, “ Baik pa ”, ucap carol.
Keesokan harinya ia pergi
ke sekolah dengan rasa deg-degan, sesampainya di sekolah ia hanya diam. “ kamu
kenapa? Sakit?” tanya Oliev yang menjadi teman carol disana, “ Tidak, aku tidak
apa-apa,” kata carol dan sedikit tersenyum. Dan beberapa menit kemudian pelajaranpun di mulai, kebetulan pelajaran
pertama adalah IPS, yang membahas tentang “PEKERJAAN DAN BERSIKAP JUJUR” hati
carol pun semakin deg-degan dan Miss Yosi pun menjelaskan, “ Jujur itu penting
baik dalam pergaulan, pekerjaan, dan lain-lain. Oke Miss akan bertanya.”
Carolpun semakin gelisah saat miss yosi mendekatinya, “ Carol...? apa pekerjaan
Ayahmu?” tanya Miss Yosi pada Carol. Dan Carol pun terkejut, “ Haa? Emm,
Wa..li..kota” kata carol dengan gugup, lantas saja seisi kelas terkejut,terutama
jessica yang membencinya “ Saya mau jujur Miss?” kata Carol, “ Ya silahkan,
jujur itu baik” kata Miss Yosi, lalu tersenyum, “ Saya memang anak Walikota,
tetapi saya tidak ingin semua berteman atau bersahabat dengan saya karena saya
punya kelebihan, dan saya ingin di samakan dengan yang lain dan tidak ingin
lebih di besarkan dari pada yang lain, saya mohon.....” melas carol, lalu kelas
pun sunyi, “ Ehem... kalian dengar semua, berteman atau bersahabat, bukan di
lihat dari segi apapun tetapi di lihat dari sisi dimana kesetiaan ia pada kita
sebagai sahabat, Kalian Paham?” jelas Miss Yosi, “ Paham Miss..” Jawab murid
dengan serempak.
Dan hari-haripun di jalani Carol tanpa beban,
dan ia pun menyadari bahwa pentingnya jujur dalam kehidupan, dan teman-temannya
pun tidak menganggap ia sebagai anak Walikota, tetapi menganggap Carol sebagai
teman biasa, dan tidak mengistimewakan Carol.dan carol pun mengerti apa maksud
perkataan papanya itu.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar