Jumat, 01 Februari 2013

Jujur itu menyenangkan



Caroline Azkya adalah anak dari seorang Walikota, ia berumur 13 tahun,kelas 2 smp,dia bersekolah di sekolah ternama di kota tersebut,dimana muridnya kebanyakan anak para pejabat,namun, ia ingin sekali pindah dari sekolah tersebut,yang dimana orang tidak mengetahui identitasnya itu, tanpa pikir panjang,dia pun memutuskan untuk pindah sekolah.ia ingin pindah karena ia ingin orang-orang berteman dengannya bukan karena kelebihannya atau keistimewaannya dari anak-anak lain.dan di sekolah baru ini ia ingin merahasiakan identitasnya itu.
                          suatu hari,ia mengajak supirnya untuk mengantarnya ke sekolah yang ia inginkan.dan dalam perjalanan,ia hanya mendengar lagu 2ne1 “ iam the best ” yang terus diulanginya,karena,menurutnya lagu itulah yang dapat menenangkan rasa deg-degannya itu.lama-lama ia tertidur dalam mobil,ditengah tidurnya ia merasa seperti terjadi sesuatu,dan akhirnya ia bangun dan keluar dari mobil.ia melihat supirnya yang sedang  melihat mesin-mesin mobil,“ kenapa pak?”tanya carol pada supirnya.“ anu,mesinnya mati non ”kata supirnya itu,kemudian supir pun mau ke bagasi mobil hendak mengambil sesuatu.dan carol pun mencegatnya “ mau kemana pak? ” tanya carol pada supir, “mau ke belakang ambil barang-barang mekanik non”kata supir “biar saya aja pak”dengan gesitnya carol pergi ke belakang,kemudian memberikannya kepada supir tersebut.
             Tidak berapa lama,akhirnya mobil bisa dihidupkan lagi.dan mereka pun melanjutkan perjalanannya.sesampainya disekolah,rasa deg-degannya itu semakin kencang.dan ternyata sekolah itu sudah sepi,karena semua murid telah masuk kedalam kelasnya masing-masing.dan carol pun langsung  menuju kantor guru bersama supirnya untuk mengurus semua administrasi,setelah semua urusan selesai, kemudian ia dituntun oleh seorang guru menuju kelasnya.sesampainya didalam kelas,guru tersebut memberi tahu pada semua murid bahwasanya hari ini mereka mendapat teman baru,kemudian carol dipersilahkan duduk.
                        .ia pun berjalan menuju meja kosong yang ada dibelakang. “ ok,,carol nama miss adalah elizabeth,panggil saya miss eli,,,paham? ”tanya miss eli pada carol.“ paham miss”jawab carol. setelah beberapa jam belajar di sekolah,akhirnya mereka pun pulang,sesampainya dirumah ia langsung tidur karena lelah.
                       Keesokan harinya ia pergi sekolah memakai seragam yang diberi sekolah itu,dan kali ini,ia pergi sekolah dengan penuh semangat,karena ia akan memulai aktifitas baru dan merahasiakan identitasnya itu.sesampainya disekolah ia menyapa semua orang yang ada di sekolah itu dengan ramah. Dan di dalam kelas ia meletakkan tasnya di meja paling depan. Karena belum ada yang menempati meja itu, lalu ia keluar ingin melihat-lihat sekolah itu. ketika di depan pintu, datanglah seorang gadis berambut hitam, lurus, dan panjang, dengan tahi lalat di atas bibirnya yang membuat gadis itu terlihat manis. Dan ia menyapa carol dengan sinis, “ Cepat sekali kamu datang ?”  kata anak itu dengan sinis. “ Iya, aku hanya takut terlambat, karena rumahku cukup jauh.” Kata carol dengan ramah dan tersenyum lalu mengulurkan tangannya, “ Namaku Carol, nama kamu siapa?” tanya carol, “ Hmm, namaku Jessica”, jelas anak itu, “ Oh semoga kita dapat bersahabat.” Ucap carol dengan ramah. “ Hmm, semoga” ucap jessica dengan wajah kesel,karena jessica tidak suka dengan carol.
                      Akhirnya mulailah proses belajar mengajar, beberapa guru telah masuk dan carol pun mengikuti pelajaran yang di berikan guru-guru itu dengan semangat, lalu tibalah saatnya pulang, dan sesampainya di rumah ia duduk di depan tv karena Papa dan Mamanya telah menunggunya di sana, “ Bagaimana harimu sayang ?” tanya Mama pada carol, “ Yahh, menyenangkan, dengan teman-teman yang asyik dan guru yang cara mengajarnya enak” kata carol dengan semangat, “ Waahh, berarti kamu di terima dong di sana?” tanya Papa, “Yahh...... oh ya.. bagaimana dengan papa sendiri?” tanya carol kepada Papanya, “ Yahh, seperti biasa sayang, sama sepertimu”, kata Papa, “ Menyenangkan sekali ya pa dapat di terima dengan teman-teman kita”, kata carol, “ Yahh, sangat menyenangkan, oh ya apakah temenmu sudah tahu bahwa kamu adalah anak seorang Walikota?” tanya Papa pada carol, “ Tidak pa? Kenapa?”, tanya carol kembali, “ Begini sayang.. sebaiknya kamu memberitahunya, karena jika kamu menyembunyikan hal ini dan suatu saat orang-orang pada tahu? Bayangkan betapa sakitnya hati mereka  setelah mengetahui kamu membohongi mereka !” jelas papa, “ Apakah ini  sama saja membohongi pa?” tanya carol kembali, “ Iya sayang...”, “ Hmm, oke pa aku akan berusaha tidak menyembunyikannya dan aku akan katakan pada mereka, tetapi jika mereka bertanya”, kata carol, “ Terserah bagaimana caramu sayang, asalkan mereka tidak sakit hati, dan jangan sombong apalagi memanfaatkan mereka, seperti kamu menyuruh mereka seperti budakmu”  jelas Papa, “ Baik pa ”, ucap carol.
                      Keesokan harinya ia pergi ke sekolah dengan rasa deg-degan, sesampainya di sekolah ia hanya diam. “ kamu kenapa? Sakit?” tanya Oliev yang menjadi teman carol disana, “ Tidak, aku tidak apa-apa,” kata carol dan sedikit tersenyum. Dan beberapa menit kemudian  pelajaranpun di mulai, kebetulan pelajaran pertama adalah IPS, yang membahas tentang “PEKERJAAN DAN BERSIKAP JUJUR” hati carol pun semakin deg-degan dan Miss Yosi pun menjelaskan, “ Jujur itu penting baik dalam pergaulan, pekerjaan, dan lain-lain. Oke Miss akan bertanya.” Carolpun semakin gelisah saat miss yosi mendekatinya, “ Carol...? apa pekerjaan Ayahmu?” tanya Miss Yosi pada Carol. Dan Carol pun terkejut, “ Haa? Emm, Wa..li..kota” kata carol dengan gugup, lantas saja seisi kelas terkejut,terutama jessica yang membencinya “ Saya mau jujur Miss?” kata Carol, “ Ya silahkan, jujur itu baik” kata Miss Yosi, lalu tersenyum, “ Saya memang anak Walikota, tetapi saya tidak ingin semua berteman atau bersahabat dengan saya karena saya punya kelebihan, dan saya ingin di samakan dengan yang lain dan tidak ingin lebih di besarkan dari pada yang lain, saya mohon.....” melas carol, lalu kelas pun sunyi, “ Ehem... kalian dengar semua, berteman atau bersahabat, bukan di lihat dari segi apapun tetapi di lihat dari sisi dimana kesetiaan ia pada kita sebagai sahabat, Kalian Paham?” jelas Miss Yosi, “ Paham Miss..” Jawab murid dengan serempak.
                    Dan hari-haripun di jalani Carol tanpa beban, dan ia pun menyadari bahwa pentingnya jujur dalam kehidupan, dan teman-temannya pun tidak menganggap ia sebagai anak Walikota, tetapi menganggap Carol sebagai teman biasa, dan tidak mengistimewakan Carol.dan carol pun mengerti apa maksud perkataan papanya itu.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar